Pedang Milik Kenshin Akhirnya Dipamerkan di Jepang!

Pedang Sakabatou ditempa dengan cara khusus, dan dipamerkan di Museum Meijimura hingga 15 Desember sebagai bagian dari ekshibisi Rurouni Kenshin.

Pedang Milik Kenshin Akhirnya Dipamerkan di Jepang!

Jika ada yang masih ingat dengan Himura Kenshin dari Samurai X, pastinya Kamu masih ingat dengan Pedang Bermata Terbalik atau yang disebut Sakabatou, dong? Banyak penggemar dan pakar senjata menganggap bahwa pedang jenis Uchigatana ini tidaklah nyata, hanya rekaan dari mangaka Nobuhiro Watsuki, sang empunya Rurouni Kenshin (Samurai X).

Kini, pedang tersebut akhirnya terungkap kebenarannya! Persisnya di daerah Inuyama, prefektur Aichi, Jepang, gedung bernama Meijimura menyimpan koleksi peninggalan barang antik pada era kaisar Meiji (1868-1912), Museum Meijimura ini belakangan mengadakan pameran Rurouni Kenshin memperlihatkan pedang Sakabatou yang diselenggarakan minggu ini hingga 15 Desember.

Dilansir dari SoraNews24, pedang yang dipamerkan di Museum Meijimura adalah Sakabatou tipe Shinuchi. Keunikan daripada pedang tersebut adalah garis bilah pedang yang disebut hamon, garis yang terbuat dari hasil penempaan sepanjang sisi bilah tajam untuk memotong. Sisi tajam tersebut menghadap ke dalam yang membuat berbeda pada pedang katana lainnya yang menghadap ke sisi luar pedang, layaknya Sakabatou digambarkan di Samurai X.

Kanekuni Ogawa-sensei dengan pedang Sakabatou Shinuchi.

Adalah Kanekuni Ogawa, seorang pengrajin besi yang berprofesi sebagai penempa besi pembuat katana Jepang. Ogawa memenangkan banyak penghargaan khusus dari Society for Preservation of Japanese Art Swords atas keterampilannya dalam pembuatan senjata pedang Jepang tersebut. Kemampuan membuat katana-nya terbilang sangat baik bahkan diakui pemerintah kota tempat tinggalnya, Seki, sebagai salah satu warisan paling penting di Jepang. Kota Seki yang berada di prefektur Gifu sendiri merupakan pusat produksi pedang katana dan sebilah benda tajam lainnya.

Proses penempaan

Membuat dan menempa Sakabatou ke dalam dunia nyata terbilang tidaklah mudah secara praktis. Selain asal pedang yang akan diangkat untuk ditempa, struktur dan penampakan dari Sakabatou ini menitik beratkan kepada kesan berat bilah pedangnya, ketajaman, dan kecepatan tebasan. Langkah pertama Ogawa adalah meneliti beberapa pedang yang sudah eksis sebelumnya sebagai referensi lengkungan bilah pedang tersebut yang mirip dengan model Sakabatou komiknya.

Detil Sakabatou dari sisi kiri bilah pedang.

Tampak garis hamon pedang hasil tempaan pun ditelaah secara hati-hati, hingga Ogawa memilih motif hamon jenis gunome, garis-garis bergelombang tidak beraturan tergambar di dua sisi pedang, namun memiliki kesan lembut dan berwibawa. Kesan ini pun mewakili perawakan Kenshin di komiknya yang tergambarkan sebagai sosok samurai berjuang menjalani kehidupan sebagai pria yang berperikemanusiaan sebagai pertaubatannya dari dunia samurai-nya yang keras.

Bagian shinogi daripada Sakabatou.

Langkah tersulit dari pembuatan Sakabatou adalah menempa bagian shinogi, komponen katana yang terdiri dari garis panjang berkhas menjalar dari sisi datar bilah pedang. Kebanyakan katana yang dibuat memiliki fitur ini yang memberi kesan lancip hingga ujung, namun lain halnya dengan Sakabatou yang memiliki shinogi tidak lazim karena berujung hingga bagian akhirnya di seluruh ujung pedang menjadi tumpul. Ogawa pun menyiasati hal ini yang berakhir dengan refleksi cahaya yang sangat unik dalam Sakabatou.

Sisi gagang pedang yang biasa dituliskan nama penempa.

Langkah paling akhir adalah meninggalkan nama penempa besi yang membuat Sakabatou, dengan kata lain nama Ogawa sendiri di satu sisi. Namun di sisi sebaliknya dituliskan puisi kematian yang diambil dari komiknya sendiri, yang menurut cerita komiknya dituliskan oleh Arai Shakku, penempa pedang Sakabatou tipe Shinuchi.

Sisi lain menampilkan puisi kematian oleh Arai Shakku, penempa Sakabatou dalam manga Samurai X

Ogawa mengomentari beberapa tantangan dalam penempaan Sakabatou yang salah satunya adalah mengasah pedang tersebut. Dengan ketidak lazimnya pedang tersebut, ia mengaplikasikan metode pengasahan yang berlawanan dari cara pembuatan katana secara konvensional. Ogawa sendiri pun sama sekali baru mendengar franchise Rurouni Kenshin karena belum membaca komiknya sendiri. Pasca mengetahui komik dan setelah membaca lebih dalam, serial samurai tersebut menjadi favorit Ogawa secara personal dan Sakabatou asli inilah yang mewakili kecintaan terhadap franchise tersebut.

“Saya menyetujui untuk membuat pedang tersebut karena memang sudah jadi permintaan dari museumnya, dan setelah Saya setuju kemudian menjalani prosesnya, bukannya Saya bilang pembuatan ini mustahil karena sulit untuk ditempa secara nyata.”, Ogawa menjelaskan alasannya mengapa ia setuju membuat Sakabatou. Ia juga menambahkan dengan adanya Sakabatou ini menunjukkan kemampuan pandai besinya dalam membuat senjata samurai pun menjadikan dirinya merasa bangga seperti samurai dengan dedikasinya.

Rurouni Kenshin

Rurouni Kenshin atau di Indonesia pernah disebut sebagai Samurai X, adalah manga hasil buah karya Nobuhiro Watsuki. Terbit di Weekly Shonen Jump tahun 1994, serial ini pernah diangkat menjadi serial TV anime dua tahun setelah berkibar namanya. Anime ini pun pernah tayang di salah satu TV swasta Indonesia taun 1999. Serial komik ini juga diangkat menjadi film trilogi tahun 2012, yang tokoh Himura Kenshin diperankan oleh Takeru Sato.

Jika Kamu ada rencana berlibur ke Jepang, ada kalanya nanti mampir ke museum ini. Mungkin siapa tahu jadi kenangan terindah sekaligus nostalgia, kan…

Sumber: Meijimura, SoraNews24 beserta gambar

0 Comments
Loading...