Ekspansi Ultraman ke Mancanegara, Tsuburaya 'Lebarkan Sayap' ke Asia Tenggara!

Presiden Tsuburaya Masayuki Nagatake menganggap langkah ini adalah hal besar yang TPC pernah ambil dalam sejarah lisensi Ultraman.

Ekspansi Ultraman ke Mancanegara, Tsuburaya 'Lebarkan Sayap' ke Asia Tenggara!

Minggu lalu tepatnya tanggal 8 Agustus 2019, Tsuburaya mengadakan press conference tentang franchise serial Ultraman dan prospek ekspansi ke mancanegara. Konferensi pers ini diadakan di One World Hotel, Selangor, Malaysia.

Melalui laman berita nasional Malaysia, BERNAMA, Tsuburaya Production Company (TPC) selaku pemegang lisensi Ultraman, menyatakan akan memproduksi serial Ultraman berikutnya yang akan berselang tiga tahun dari sekarang. Presiden TPC, Masayuki Nagatake, mengatakan bahwa Tsuburaya akan memfokuskan kepada ekspansi franchise Ultraman menuju pasar mancanegara. Langkah ini dimulai dari kerjasama bisnis dengan mitra-mitra investor dari Malaysia dan negara Asia Tenggara lainnya.

Presiden Nagatake juga menyatakan sudah mengalokasikan budget terbesar untuk proyek beberapa film untuk dirilis tahun 2021. Diharapkan baginya adalah langkah terbesar yang diambil perusahaan tersebut dan akan membawa franchise ini menuju pasar industri film Hollywood. Sebagai bagian dari masterplan tersebut adalah penayangan Ultraman R/B (Ultraman Rosso dan Ultraman Blu) di stasiun Astro Ceria dan Astro First Malaysia mulai 30 Agustus. Nagatake juga menambahkan saat ini serial TV baru Ultraman, Ultraman Taiga, ditayangkan di Jepang Juli lalu dan akan dirilis ke seluruh dunia mulai tahun 2020.

Tsuburaya juga akan meluncurkan serial baru, yaitu Ultra Galaxy Fight, menampilkan deretan Ultraman yang disebut New Generation Heroes. Serial ini akan tersedia di kanal resmi Ultraman di Youtube mulai 29 September.

Nagatake juga mengumumkan beberapa proyek lain yang sekarang masih dalam produksi. Diantaranya adalah Kaiju Step, merupakan program televisi ditujukan bagi anak-anak usia pra-sekolah yang menyediakan materi belajar bagi mereka sejak dini.

Kemudian proyek lainnya adalah film “Shin Ultraman” yang ditangani oleh Studio Khara dan melibatkan Hideaki Anno sebagai sutradara. Film ini adalah sebuah adaptasi dari serial TV Ultraman original yang pernah ditayangkan tahun 1966, dan diprediksikan akan menjadi produksi dengan memakan biaya terbesar dari proyek Tsuburaya lainnya.

Sebelumnya, TPC memenangkan sengketa hak cipta atas lisensi Ultraman di pengadilan California pada 18 April tahun lalu.Kala itu, Tsuburaya menuntut perusanaan UM Corporation atas pengunggahan beberapa episode dari franchise Ultraman tanpa izin oleh subsidiarinya, Verdana Entertainment. TPC pun memenangkan sejumlah sengketa lisensi di negara lainnya, yaitu Thailand dan Tiongkok selama bertahun-tahun sejak Ultraman dirilis.

Ultraman franchise memang sangat digemari oleh rakyat Malaysia, hingga Les Copaque, studio animasi produksi Upin & Ipin, bekerjasama dengan Tsuburaya untuk membuat spin-off episode kolaborasi menghadirkan Ultraman Ribut. Episode spin-off tersebut telah tayang di musim kedelapan pada tahun 2014.

Sumber: BERNAMA, AnimeNewsNetwork (1,2)
Header image via malaymail

0 Comments
Loading...